396 lembar halaman yang beranggapan bahwa polisi telah menutupi kejadian yang sebenarnya demi menggeser kesalahan yang terjadi dalam semifinal FA tanggal 15 April 1989 itu.
Tragedi supporter itu sendiri telah merenggut nyawa 96 fans Liverpool. FA mengadakan semifinal itu di Hillsborough, tetapi belakangan terungkap bahwa tanah itu tidak memiliki sertifikat keamanan dari pihak kepolisian untuk menyelenggarakan even besar serupa pertandingan sepak bola. Sheffield Wednesday telah meminta maaf pada hari Rabu 12/9/2012 dan Trevor Hicks, menyatakan FA harus mengikuti langkah klub Sheffield tersebut. "Yup, mereka harus melakukan seperti yang dilakukan oleh Sheffield tersebut, tanah dan wilayah tersebut tidak memiliki sertifikat keamanan untuk pertandingan besar." Katanya judi online.
Perdana Menteri David Cameron juga meminta maaf kepada keluarga di Hillsborough yang terkena dampaknya. Dan ia merujuk pada temuan berbagai tim fakta yang menunjukkan bahwa fans tidak mengetahui hal itu dan tidak salah. FA menyatakan secara resmi dari pernyataan tim Hillsborough: "Setelah seksama melihat laporan kemarin secara penuh, Asosiasi Sepakbola kami ingin memuji akan kerja keras Panel Independen Hillsborough untuk pekerjaan mereka yang lengkap dan melelahkan serta profesional. Hal ini juga penting bahwa FA mengakui komitmen tak kenal lelah yang ditunjukkan oleh begitu banyak tim di belakangnya, termasuk keluarga Hillsborough Support Group" di judi online.
"Kami menyambut baik publikasi laporan dan komentar berikutnya dari Perdana Menteri segenap pimpinan FA menegaskan kembali kesedihan yang mendalam atas peristiwa yang mengerikan yang berlangsung pada tanggal 15 April 1989." "Pemikiran mendalam kami saat ini adalah menaruh segenap simpatik pada keluarga yang kehilangan anggotanya dalam kejadian seperti itu, serta semua orang yang berhubungan dengan kota Liverpool. Selama 23 tahun keluarga Hillborough telah menderita sakit yang tak tertahankan, dan kami simpatik untuk ini. FA telah bekerja sepenuhnya dengan Panel dalam seluruh proses ini dan telah merilis dokumentasi sesuai dengan permintaan mereka dengan judi online.
"FA dan organisasi sepak bola Inggris telah berubah drasti dari pengalaman tersebut, dan telah belajar banyak dalam 23 tahun terakhir ini. Melalui kemajuan dalam keselamatan dan investasi besar di balik sepak bola Inggris masa kini, kami lebih mengedepankan keselamatan lingkungan, aman dan ramah bagi pendukung." Presiden FIFA Sepp Blatter mengungkapkan harapannya bahwa mereka yang terkena dampak bencana tersebut dapat menemukan kedamaian. Menggunakan akun Twitter resminya ia berkata," Laporan independen ke dalam bencana Hillborough 1989 diriis di Inggris Rabu ini. Hal ini menunjkkan bahwa supporter Liverpool bukan penyebab tragedi itu. Perdana Menteri David Cameron juga telah menyatakan permintaan maafnya yang mendalam di judi online.
"Saya sangat berharap temuan dan permintaan maaf membawa kedamaian kepada keluarga yang masih berduka dari orang-orang Liverpool." tutupnya. Martin O'Neill, manajer Sunderland, mengatakan," ini sudah berlangsung begitu lama, tetapi pembenaran total untuk orang-orang Liverpool yang menjadi korban ini adalah masih sangat layak dan wajib hukumnya. Mereka selalu merasa bersalah karena difitnah yang amat sangat dan telah bekerja keras demi pembenaran mereka. Saya pikir semua orang pasti sepakat bahwa usaha mereka mencari kebenaran adalah pembenaran yang tepat, mereka harus mendapatkan kenyamanan dari usaha mereka itu, meskipun 96 nyawa orang di masa lalu itu tidak bisa dikembalikan." katanya.
"Dalam banyak aspek, pengumuman ini agak terlambat, tetapi jika ada hal seperti itu akhirnya dipublikasi dengan laporan yang baik, maka ini merupakan kemenangan mereka." tutup manajer Sunderland yan juga mantan gelandang Nottingham Forest itu.




