JUDI BOLA ONLINE - Rodger dan Ferguson berharap fans kedua klub tak lagi lantunan chant dengna mengusik tragedy masa lalu. Hasil investigasi yang dinanti fans Liverpool selama 23 tahun akhirnya dibeberkan. Berdasarkan laporan Komita independent Hillsborough (HIP) yang menyelidiki tragedy Hillsborough terkuak bahwa penyebab utama peristiwa kelam itu bukanlah supporter seperti yang ditudingkan. Tragedy itu lebih disebabkan
oleh kelalian pihak kepolisian dalam mengamankan situasi jelang semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest pada 15 April 1989.
Penyebab lain dari tragedy yang terjadi di kandang Sheffield Wednesday itu adalah ketidak laikan stadion menampung animo penonton yang demikian besar. Akhibatnya sebanyak 96 nyawa melayang akibat desak desakan. “Atas nama pemerintah Inggris saya mengucapkan minta maaf yang sebesar besarnya kepada 96 keluarga korban yang telah didera kesedihan selama 23 tahun. “ucap perdana menteri David Cameron dengan judi bola online.
Pembeberan fakti itu juga disambut positif banyak pihak tidak hanya oleh kubu Liverpool, tapi juga dari kubu Manchester United yang akan menjadi lawan pada akhir pekan ini di Anfield. Manajer Sir Alex Ferguson berharap dengan adanya kebenaran fakta dari Tragedi Hillsborough, sikap fans dari dua klub rival bakal semakin dewasa di judi bola online.
Rivalitas antara Manchester United dan Liverpool memang sudah sangat mengakar. Tak hanya dari segi prestasi di lapangan. Fans kedua tim juga sering terlihat saling mengejek bahkan ketika berada di stadion. Sebagian fans red devil sering mengeluarkan chant yang mengejek Liverpudlian dengan mengait ngaitkan pada Tragedi Hillsborough. Segelintir fans Liverpool pun berulang kali terdengar menyanyikan chant yang merujuk pada tragedy Munchen, kecelakaan pesawat yang menewaskan sebagian besar pasukan Sir Matt Busby pada tahun 1958.
“Manchester uNited dan Liverpool adalah tim hebat. Kami harus mengerti permasalahan masing masing. Harus ada perlakukan tegas kepada para fans yang melakukan chant berlatar belakang tragedy,” terang Fergie, Pendapat senada diucapkan Brendan Rodgers, manajer Liverpool. “Saya berbicara sebagai seorang manusia. Saya tidak pernah suka mendengar yang mengejek dengan berdasar pada tragedy dan kematian orang lain. Mereka hanya orang orang bodoh yang merusak reputasi tim dan klub. “kecam manajer asal Irlandia Utara itu dengan judi bola online.
Fergie pun demikian dia tidak ingin kalau anak buahnya ada yang melakukan hal serupa dengan mengeluarkan chant chant yang berbau memojokkan dan memuat sara. Hal itu memang tidak bagus, apalagi kami berdua (Manchester United dan Liverpool) adalah klub yang sama sama besar dan menjadi hebat dari dulu. Hal ini akan menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan setiap ada pertemuan antara kami di judi bola online.
Jika kalian (Fans) ingin dikatakan fans yang dewasa dan mempunyai pikiran sehat, maka kalian akan berhenti mengucap kata kata yang sebenarnya tidak perlu diucapkan ketika bertanding. Hanya orang orang yang tidak memiliki hati dan pikiran saja yang selalu mengucapkan kata rasis yang memang tak ber etika sama sekali. Hal ini wajib dilakukan oleh kami maupun fans dari The Reds.