Selingan hanya terjadi dua musim ketika Lazio meraih juara pada 1990-00 dan AS Roma berjaya pada musim berikutnya.
Tidak mengherankan posisi klasemen sementara pada tiga pekan pertama musim ini begitu menarik. Sebab, ada klub aneh yang mampu bertengger di papan atas. Selain Juventus ada tiga klub lain yang sama sama meraih kemenangan sejak pekan pertama. Mereka adalah Napoli dan Lazio serta Sampdoria. Suara suara positif segera berkumandang, Laziale mulai berharap banyak karena Lazio meraih tiga kemenangan perdana di Serie A untuk pertama kalinya sejak 1974-75 di agen judi.
Sementara Napoli disebut sebut sebagai salah satu faforit untuk merebut scudetto, sebutan ini diam diam juga disematkan ke pada Sampdoria. Akan tetapi anehnya tiga klub tersebut seperti enggan dilabeli penantang scudetto. Pelatih Napoli Walter Mazzarri menilai publik terlalu mengada ada. “Saya tidak hendak mengajukan pertanyaan kepada media. Bagaimana cara menentukan favorit atau tidak? Lazio memiliki para penyerang berpengalaman. Jadi, apa perbedaan kami dianding mereka? “ tanya Mazzarri dengan agen judi.
Lazio sama saja I Biancoceleste malah tak mau menyinggung titel juara sama sekali. “Mendapatkan respons positif memang menyenangkan. Tapi, kami harus tetap menginjak ke bumi, “ tutur pelatih Vladimir Petkovic. Sampdoria malah lebih merendah. Pelatih Ciro Ferrara tepa menandaskan target timnya hanya betahan di Serie A, “Saya senang dengan hasil, peforma, dan tiga kemenangan beruntung. Tapi status kami di Serie A tidak berubah. Setiap pekan sellau ada bahaya mengintai kami.” Ujarnya di agen judi.
Sikap para pelatih tersebt sungguh beralasan. Pada era modern ketika kekuatan finansial sangat menentukan prestasi, klub medioker seperti mereka harus realistis. Fakta memperhatikan kemampanan di Serie A tidak mudah digoyang. Start apik hanyalah awalan, masih tersisa banyak sekali pertandingan yang bisa mengubah situasi. Napoli sendiri penrah mengalaminya. Musim lalu, pada giornata ketiga, mereka ada di puncak. Tapi, pada akhir musim tercecer ke posisi lima dengan agen judi.
Kiprah Cesena pun pada musim 2010-11 jgua bisa dijadikan contoh. Tiga pekan pertama mereka memuncaki klasemen Serie A sementara. Tapi pada pekan ke 38 mereka terlempar ke posisi 15. Kompetisi berformat liga ibarat lari maraton. Hanya tim dengan stamina terbaik yagn mampu terus berlari kencang. Tim tim medioker kebanyakan tidak memiliki dukungan memadai. Ini sering merecoki belum lagi tuntutan membagi konsentrasi di kompetisi lain.
Lazio dan Napoli harus bersaing di Liga Europa. Pengalaman musim lalu memperlihatkan mereka kedodoran ketika harus berlaga di kompetisi Eropa pada tengah pekan. Meski begitu memiliki start apik harus disyukuri. Setidaknya moril tim terdongkrak. Komentar striker Lazio, Miroslav Klose memperlihatkannya. “Scudetto akan sulit diraih, tapi, aku tidak bisa memastikan di mana kami bakal finis,” kata penyerang berkebangsaan Jerman terseut. Kemapanan memang boleh sukar digoyang, tapi spirit yang terdongkra berkat start apik mampu menjanjikan banyak hal.




