Kapten timnas Uruguay itu, Luis Suarez, menjadi target ejekan sepanjang turnamen dan disoraki di Wembley, Stadion Millenium, serta di Old Trafford.
Ia kerap menjadi target agen judi pelecehan sejak perselisihannya dengan bek Manchester United, Patrice Evra, pada pertandingan Liga Utama Inggris, yang berbuah hukuman larangan bermain untuk delapan pertandingan serta denda bagi sang penyerang. dalam agen judi juga banyak sekali permainan menarik secara online di internet, mari bisa langsung registratsi.
"Saya lelah terhadap situasi dengan Luis ini," kata rekan setimnya, Sebastian Coates, yang juga bermain dengan Suarez di Liverpool.
"Saya pikir ini sudah terlalu jauh, dan saya tidak suka melihat dia diperlakukan seperti ini," katanya.
"Saya tahu dia itu orang seperti apa, dan saya pikir pelecehan yang ditujukan terhadapnya tidak adil. Ia mengenal semua rekan setimnya, dan seluruh negeri berada di belakangnya, dan saya pikir para penggemar sebaiknya membiarkan dia sendiri," katanya agen judi
Mengapa Pendukung Inggris Melecehkan Louis Suarez ?
Brendan Rodgers meminta Luis Suarez untuk segera melupakan kasus rasisme yang pernah melibatkan dirinya dengan Patrice Evra. Hal itu tak lain dilakukan Rodgers agar Suarez bisa tampil optimal.
Suarez mendapat sanksi delapan pertandingan dan denda karena diputus bersalah atas kasus dugaan rasisme kepada Evra, saat The Reds menjamu Manchester United di Anfield pada Oktober 2011 lalu.
Usai menjalani skorsing, pemain asal Uruguay itu kembali 'berulah' dengan tak menjabat tangan Evra saat Liverpool gantian bertandang ke Old Trafford bulan Februari silam.
Lama tak terdengar, Suarez kembali membuka kasus itu dengan menyatakan bahwa dirinya menjadi korban dari pengaruh kekuatan MU di Premier League tengah bulan lalu.
Kasus rasisme kerap muncul di berbagai ajang kompetisi internasional Olah raga. Apalagi di bidang olah raga sepak bola yang mana klub klub besar sekalipun memiliki pemain berbakat dari berbagai belahan dunia. Tentu kita berharap bahwa luis Suarez tidak terlalu vokal kemarahannya pada fans Inggris, toh ia pun berbuat demikian terhadap Patrick Evra.




